- See more at: http://www.kucoba.com/2010/02/cara-memasang-text-skrip-alert-saat.html#sthash.TdIDaCP4.dpuf - See more at: http://dapur-tutorial.blogspot.com/2012/07/cara-pasang-energy-saving-mode-pada-blog.html#sthash.3iv4LO38.dpuf
W E L C O M E

Minggu, 17 Februari 2013

Sejarah Uefa europa League

Share


UEFA Europa League (sebelumnya disebut Piala UEFA) adalah acara tahunan yang diselenggarakan UEFA kompetisi sepak bola untuk klub sepak bola Eropa yang memenuhi syarat, melainkan kedua klub Eropa paling bergengsi kontes sepak bola setelah UEFA Liga Champions. Klub memenuhi syarat untuk persaingan berdasarkan kinerja mereka dalam liga nasional mereka dan kompetisi.

Sebelumnya disebut Piala UEFA, kompetisi pada Juni 2009 untuk yang musim 2009-10 sekarang adalah Liga Eropa, berikut perubahan format.Untuk tujuan catatan sepak bola UEFA, yang Europa League dan Piala UEFA dianggap sebagai kompetisi yang sama, dengan perubahan nama menjadi sekadar penamaan ulang. 

Kompetisi dimulai pada tahun 1971 dan menggantikan Inter-Cities Fairs Cup. Tapi, untuk catatan sepak bola UEFA, Inter-Cities Fair Cup tidak langsung diakui sebagai pendahulu dari Piala UEFA . Pada tahun 1999, UEFA Cup Winners 'Cup dihapuskan dan digabungkan dengan Piala UEFA. Untuk kompetisi 2004/05 tahap grup ditambahkan sebelum digantikan. Penamaan ulang pada tahun 2009 akan melihat gabungan dari Piala UEFA Intertoto menghasilkan format kompetisi yang diperbesar, dengan kelompok yang diperluas panggung dan mengubah kriteria kualifikasi. 

Shakhtar Donetsk adalah juara saat kompetisi, setelah dikalahkan Werder Bremen di tahun 2009 akhir pada tanggal 20 Mei 2009, yang terakhir kali kompetisi dikenal sebagai Piala UEFA. 

Klub yang paling sukses dalam kompetisi ini, dalam urutan kronologis, Juventus, Internazionale dan Liverpool, semuanya masing-masing dengan tiga gelar .

Sejarah

Piala UEFA ia pertama kali bermain di musim 1971-72, dengan semua-final Inggris Wolverhampton Wanderers versus Tottenham Hotspur, dengan Spurs menjadi juara pertama. 

Kompetisi terbuka untuk secara tradisional runner-up liga domestik, tetapi kompetisi itu digabung dengan UEFA sebelumnya tingkat kedua kompetisi Eropa, UEFA Cup Winners 'Cup, pada tahun 1999. Sejak itu, para pemenang kompetisi liga domestik juga masuk Piala UEFA. Selain itu, klub tersingkir di babak kualifikasi ketiga Liga Champion dan ditempatkan ketiga tim pada akhir fase grup bisa terus bersaing di Piala UEFA. Juga mengikuti kompetisi Fair Play tiga wakil, sebelas UEFA Intertoto Cup pemenang, dan pemenang yang dipilih dari beberapa kompetisi domestik Piala Liga. 

Para pemenang piala tetap selama satu tahun sebelum kembali ke UEFA. Setelah kembali, klub dapat menyimpan skala empat per lima replika dari trofi asli. Peraturan juga menyatakan bahwa piala yang asli diberikan kepada setiap klub yang memenangkan Piala UEFA tiga kali berturut-turut atau lima kali secara keseluruhan, meskipun hal ini belum terjadi seperti tahun 2009. 

Empat tim telah memenangkan Piala UEFA serta liga domestik mereka dan kompetisi di musim yang sama, orang-orang yang IFK Göteborg pada tahun 1982, Galatasaray pada tahun 2000, Porto pada tahun 2003 dan CSKA Moskow tahun 2005.Prestasi ini dikenal sebagai Galatasaray sebanyak tiga kaliyang hanya dilengkapi dengan Piala Super Eropa. Selain itu, Tottenham Hotspur, Borussia Mönchengladbach, IFK Göteborg (dua kali), Ajax, Galatasaray dan Feyenoord adalah satu-satunya tim untuk memenangkan tanpa menderita kerugian dalam satu kampanye mereka. RCD Espanyol adalah satu-satunya runner-up tanpa kekalahan. IFK Göteborg 25 pertandingan berturut-turut bermain di Piala UEFA antara tahun 1980 dan 1987 tanpa kehilangan satu pun, termasuk mereka menang 1981-82 dan 1986-87 kampanye. 

Dari musim 2009-10, persaingan ini dikenal sebagai 'UEFA Europa League'. Pada saat yang sama, UEFA Intertoto Cup, UEFA kompetisi tingkat ketiga, dihentikan dan digabung menjadi Liga Europa baru .

Piala

Piala UEFA, juga dikenal sebagai UEFA Cup, adalah piala diberikan setiap tahun oleh UEFA kepada klub sepak bola yang menang UEFA Europa League. Sebelum musim 2009-10 kedua kompetisi dan piala dikenal sebagai 'Piala UEFA'.

Sebelum kompetisi berganti nama menjadi UEFA Europa League di musim 2009-10, peraturan UEFA menyatakan bahwa sebuah klub bisa tetap menyimpan aslinya trofi ketiga mereka berturut-turut setelah menang atau menang kelima secara keseluruhan. Namun di bawah peraturan baru piala tetap dipegang UEFA. Sebuah replika ukuran penuh piala yang diberikan kepada masing-masing pemenang kompetisi. Juga sebuah klub yang menang tiga kali berturut-turut atau lima kali secara keseluruhan akan menerima 'tanda khusus pengakuan'.

Piala dirancang dan dibuat oleh Bertoni untuk Final Piala UEFA 1972. Memiliki berat 15 kg dan terbuat dari perak dengan lapis marmer kuning.

Anthem Liga Europa

Opera Paris di bawah arahan komposer Yohann Zveig merekam lagu kebangsaan UEFA Liga Europa di bulan Maret-Mei 2009. Tema ini untuk merek kembali kompetisi Piala UEFA secara resmi pertama kali diperkenalkan di Grimaldi Forum pada 28 Agustus 2009 sebelum penyisihan grup musim 2009-10.

Lagu yang akan dimainkan sebelum setiap pertandingan Liga Eropa di sebuah stadion hosting peristiwa seperti itu dan juga sebelum setiap televisi menyiarkan dari Liga Europa permainan sebagai unsur musik pembukaan kompetisi urutan.

Zveig sendiri berharap bahwa lagu kebangsaan akan mencapai sukses yang sama seperti Liga Champions UEFA Lagu kebangsaan dalam hal pengakuan global.

Format kompetisi 

Format saat masih bernama Piala UEFA
Format yang digunakan saat masih bernama Piala UEFA adalah babak awal menggunakan format grup yang ada 8 grup yang tiap grupnya ada 5 tim, tiga tim dari masing-masing grup melanjutkan ke fase berikutnya dengan sistem gugur dan ditambah dengan tim penghuni masing-masing peringkat ketiga grup dari Piala/Liga Champions. Di sistem gugur peraturannya, tiap tim akan bermain dua kali, dan di babak inilah bisa berlaku skor agregat/keunggulan gol tandang. Di partai final, pertandingan akan digelar sekali dan berada di tempat yang telah ditunjuk sebelumnya oleh UEFA. Sebelum 1997-98, Piala UEFA menggunakan sistem gugur murni, yaitu tiap laga dimainkan dua kali, termasuk babak final.

Format Baru

Selain Piala UEFA berganti nama Menjadi UEFA Europa League yang kualitasnya jauh lebih baik dari Piala UEFA, mulai musim 2009-10 format 8 grup dengan 5 tim akan diganti format baru berupa 12 grup yang masing-masing berisi 4 tim. Selain itu, jika sebelumnya pada babak tersebut setiap tim akan memainkan dua pertandingan tandang dan 2 pertandingan kandang (total 4 pertandingan), dalam format baru setiap tim akan menghadapi lawannya baik di kandang maupun tandang (total 6 pertandingan). Perubahan lainnya adalah dimasukkannya tim-tim yang sebelumnya harus bermain di Piala Intertoto ke babak penyisihan karena Piala Intertoto ditiadakan mulai tahun 2009.

Serba-serbi 

Piala UEFA saat ini memiliki piala yang dinamakan Piala Bertoni, memiliki berat 15 kilogram dan berwarna abu-abu. Piala ini dibuat oleh Bertoni di kota Milan pada tahun 1972. Total harga pembuatannya saat itu adalah sekitar 23.000 Euro. Hanya ada dua tim yang berhasil juara dua kali berturut-turut di Piala UEFA dan uniknya dua tim tersebut merupakan rekan senegara, yaitu Sevilla FC dan Real Madrid. Kedua tim itu saat ini sama-sama berasal dari Spanyol dan kini bermain di La Liga. Tim yang pertama kali berhasil juara sejak turnamen ini diubah namanya (dari Inter-Cities Fairs Cup menjadi Piala UEFA) adalah Tottenham Hotspur juara pada musim 1971/72 dan tim yang terakhir kali menjuarai kompetisi saat masih bernama Fairs Cup adalah Leeds United (1970/71). Kedua tim ini berasal dari Inggris.

Daftar juara 

Termasuk saat kompetisi ini masih bernama Inter-Cities Fairs Cup.

TimJuaraTahun Juara
1Flag of Italy.svg Juventus3(1976-1977), (1989-1990), (1992-1993)
2Flag of Spain.svg FC Barcelona3(1955-1958), (1958-1960), (1965-1966)
3Flag of Italy.svg Inter Milan3(1990-1991), (1993-1994), (1997-1998)
4Flag of Spain.svg Valencia CF3(1961-1962), (1962-1963), (2003-2004)
5Flag of England.svg Liverpool FC3(1972-1973), (1975-(1976), (2000-2001)
6Flag of Germany.svg Borussia Mönchengladbach2(1974-1975), (1978-1979)
7Flag of England.svg Leeds United2(1967-1968), (1970-1971)
8Flag of England.svg Tottenham Hotspur2(1971-1972), (1983-1984)
9Flag of Spain.svg Real Madrid2(1984-1985), (1985-1986)
10Flag of Sweden.svg IFK Göteborg2(1981-1982), (1986-1987)
11Flag of Italy.svg Parma A.C.2(1994-1995), (1998-1999)
12Flag of the Netherlands.svg Feyenoord2(1973-1974), (2001-2002)
13Flag of Spain.svg Sevilla FC2(2005-2006), (2006-2007)
14Flag of Belgium (civil).svg R.S.C. Anderlecht1(1982-1983)
15Flag of Italy.svg AS Roma1(1960-1961)
16Flag of Spain.svg Real Zaragoza1(1963-1964)
17Flag of Hungary.svg Ferencvaros1(1964-1965)
18Flag of Croatia.svg Dinamo Zagreb1(1966-1967)
19Flag of England.svg Arsenal1(1969-1970)
20Flag of England.svg Newcastle United1(1968-1969)
21Flag of the Netherlands.svg PSV Eindhoven1(1977-1978)
22Flag of Germany.svg Eintracht Frankfurt1(1979-1980)
23Flag of England.svg Ipswich Town1(1980-1981)
24Flag of Germany.svg Bayer Leverkusen1(1987-1988)
25Flag of Italy.svg Napoli1(1988-1989)
26Flag of the Netherlands.svg Ajax1(1991-1992)
27Flag of Germany.svg Bayern Munich1(1995-1996)
28Flag of Germany.svg Schalke 041(1996-1997)
29Flag of Turkey.svg Galatasaray1(1999-2000)
30Flag of Portugal.svg FC Porto1(2002-2003)
31Flag of Russia.svg PFC CSKA Moskwa1(2004-2005)
32Flag of Russia.svg FC Zenit Saint Petersburg1(2007-2008)
33Flag of Ukraine.svg Shakhtar Donetsk1(2008-2009)

34 Atletico Madrid 1 (2009-2010)


Sumber : http://medinaelikhsan1.blogspot.com/2011/01/sejarah-uefa-europa-league.html

Sejarah Liga Champions Eropa

Share
 Liga Champions Eropa pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955/1956. Dan pencetus lahinrnya Liga Champions saat itu adalah sebuah majalah olahraga Perancis.

Trofi Liga Champions di beri gelar 'The Big Ears". Bentuk trofi yang pertama berbeda dengan yang sekarang. Hingga tahun 2012 ini, trofi Liga Champions sudah ada di versi yang ke 6.

Pertama kali digelar, nama kejuaraan ini adalah Piala Juara Klub Eropa (European Champions Club's Cup).



Sistem yang digunakan yaitu dua laga kandang dan tandang dengan sistem gugur. Tim yang mempunyai gol rata-rata (agregat) lebih tinggi akan maju ke babak selanjutnya.

Adapun pesertanya adalah juara-juara di liga Negara masing-masing serta juara bertahan.

Format Baru :

Mulai tahun 1992/1993 format mulai berubah. Sejak tahun itu, Liga Champions memiliki 3 babak kualifikasi. Satu babak kompetisi grup, dan 4 babak sistem gugur yang semuanya tadi dilaksanankan dengan pertandingan kandang dan tandang. Dan Final tetap satu pertandingan dimana tempat sudah lebih dulu ditetapkan oleh UEFA.


Untuk Diketahui :

Ada yang spesial bagi klub yang pernah juara Liga Champions sebanyak 5 kali (tidak berurut), atau 3 kali berturut-turut, di lengan kiri jerset tim tersebut akan tampak logo Liga Champions serta jumlah piala yang diraih.

Salah satunya Ajax Amsterdam, klub asal Belanda ini meraih gelar juara pada musim 1970/1971, 1971/1972 dan 1972/1973. Maka bisa dilihat dilengan kiri seragam tim Ajax terdapat logo Liga Champions, serta jumlah piala yang ia dapat.

Tim yang mendapat penghormatan spesial tersebut adalah : Real Madrid (juara 9 kali), AC Milan (Juara 7 (kali), Liverpool (juara 5 kali), Ajax Amsterdam (juara 71, 72 dan 73) serta Bayern Munchen (juara 74, 75 dan 76).

Real Madrid masih menjadi pengoleksi gelar juara Liga Champions terbanyak, yaitu dengan 9 titel juara, diikuti oleh AC Milan dengan 7 gelar juara. Kemudian ada Liverpool yang sudah meraih 5 gelar juara, Bayern Munchen, Ajax Amsterdam dan Barcelona 4 kali juara.  Selanjutnya Manchester United dan Inter Milan dengan 3 titel juara Liga Champions.
Peraih juara Liga Chamions untuk pertama kali
Images : UEFA

Real Madrid juga menjadi tim yang pertama kali juara Piala Champions (1955/1956), dan bukan cuma itu, Real Madrid berhasil mempertahankan gelar juaranya sampai 5 musim berturut-turut.

Kehilangan gelar juara paling menyakitkan, alias kalah di final, menurut saya adalah yang di alami Bayern Munchen di final Liga Champions 1998/1999.

Di pertandingan final Liga Champions musim 98/99 tersebut berlangsung 26/05/199, jam 20.45 setempat, di Camp Nou, Barcelona. Saat itu Bayern Munchen unggul sejak menit ke 6 dari gol Mario Basler.

Pertandingan sudah masuk menit terakhir waktu normal. Dan keajaiban itu datang. Dalam waktu 2 menit di masa injury time, MU membalikkan keadaan. Gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solkjaer membuat semua tersentak kagum.

Manchester United menang di injury time atas bayern munchen
Images : UEFA

Keheningan melanda fans Munchen yang sebelumnya sudah sempat menyelakan kembang api. Bahkan Trofi Liga Champions yang sudah dibawa ke pinggir lapangan lengkap dengan hiasan pita abu-abu (untuk Munchen). Saat gol Manchester United yang kedua, Trofi pun bergegas dibawa kembali masuk untuk dihiasi pita merah putih (untuk MU). Dan kabarnya tulisan Manchester United di Trofi pun terlihat sedikit berantakan. Dan Manchester United resmi menjadi juara Liga Champions 98/99 dengan kemenangan 2-1 atas Bayern Munchen.

Daftar Juara Liga Champions 1955/1956 - 2011/2012


Daftar Final UEFA Champions League
Musim JuaraSkor Runner UpStadion
2011/2012 Chelsea1 - 1
4-3(p)
 Bayern MunchenAllianz Arena, Jerman
2010/2011 Barcelona3 - 1 Manchester UnitedWembley, Inggris
2009/2010 Inter Milan2 - 0 Bayern MunchenSantiago Bernabeu, Spanyol
2008/2009 Barcelona2 - 0 Manchester UnitedOlimpico, Italia
2007/2008 Manchester United1 - 1
6-5(p)
 ChelseaLuzhniki, Rusia
2006/2007 AC Milan2 - 1 LiverpoolOlimpiade, Yunani
2005/2006 Barcelona2 - 1 ArsenalStade De France, Perancis
2004/2005 Liverpool3 - 3
3-2(p)
 AC MilanOlimpiade Ataturk, Turki
2003/2004 Porto3 - 0 Monaco Arena Aufschalke, Jerman
2002/2003 AC Milan0 - 0
3-2(p)
 JuventusOld Trafford, Inggris
2001/2002 Real Madrid2 - 1 Bayer LeverkusenHampden Park, Skotlandia
2000/2001 Bayern Munchen1 - 1
5-4(p)
 ValenciaSan Siro, Italia
1999/2000 Real Madrid3 - 0 ValenciaStade De France, Pearncis
1998/1999 Manchester United2 - 1 Bayern MunchenCamp Nou, Spanyol
1997/1998 Real Madrid1 - 0 Juventus Amsterdam Arena, Belanda
1996/1997 Borossia Dortmund3 - 1 Juventus Olimpidae, Jerman
1995/1996 Juventus1 - 1
4-2(p)
 Ajax AmsterdamOlimpiade, Italia
1994/1995 Ajax Amsterdam1 - 0 AC MilanErnst Happel, Austria
1993/1994 AC Milan4 - 0 BarcelonaOlimpiade, Yunani
1992/1993 Marseille1 - 0 AC MilanOlimpiade, Jerman
1991/1992 Barcelona1 - 0 Sampdoria Wembley, Inggris
1990/1991 Red Star Belgrade0 - 0
5-3(p)
 MarseilleSan Nicola, Italia
1989/1990 AC Milan1 - 0 BenficaPrater, Austria
1988/1989 AC Milan4 - 0 Steaua BucurestiCamp Nou, Spanyol
1987/1988 PSV Eindhoven0 - 0
6-5(p)
 BenficaNecskar, Jerman
1986/1987 Porto2 - 1 Bayern MunchenPrater, Austria
1985/1986 Steaua Bucuresti0 - 0
2-0(p)
 BarcelonaRamon Sanchez Pijzuan, Spanyol
1984/1985 Juventus1 - 0 LiverpoolBrussels, Belgia
1983/1984 Liverpool1 - 1
4-2(p)
 AS RomaOlimpiade, Italia
1982/1983 Hamburg SV1 - 0 JuventusOlimpiade, Yunani
1981/1982 Aston Villa1 - 0 Bayern MunchenDe Kuipp, Belanda
1980/1981 Liverpool1 - 0 Real MadridParc de Princes
1979/1980 Nottingham Forest1 - 0 Hamburg SVSantiago Bernabeu, Spanyol
1978/1979 Nottingham Forest1 - 0 Malmo FFOlimpiade, Jerman
1977/1978 Liverpool1 - 0 Club BruggeWembley, Inggris
1976/1977 Liverpool3 - 1 Borussia MonchengladbachOlimpiade, Italia
1975/1976 Bayern Munchen1 - 0 Saint-EtienneHampden Park, Skotlandia
1974/1975 Bayern Munchen2 - 0 Leeds United Parc Des Princes, Perancis
1973/1974 Bayern Munchen1 - 1 Atletico MadridHaysel, Belgia
Laga Ulang Bayern Munchen4 - 0 Atletico MadridHaysel, Belgia
1972/1973 Ajax Amsterdam1 - 0 JuventusRed Star, Yuguslavia
1971/1972 Ajax Amsterdam2 - 0 Inter Milan De Kuipp, Belanda
1970/1971 Ajax Amsterdam2 - 0 PanathinaikosWembley, Inggris
1969/1970 Feyenoord2 - 1 Glasgow CelticSan Siro, Italia
1968/1969 AC Milan4 - 1 Ajax AmsterdamSantiago Bernabeu, Spanyol
1967/1968 Manchester United4 - 1 BenficaWembley, Inggris
1966/1967 Glasgow Celtic2 - 1 Inter MilanNational, Portugal
1965/1966 Real Madrid2 - 1 PartizanHeysel, Belgia
1964/1965 Inter Milan1 - 0 BenficaSan Siro, Italia
1963/1964 Inter Milan3 - 1 Real MadridPrater, Austria
1962/1963 AC Milan2 - 1 BenficaWembley, Inggris
1961/1962 Benfica5 - 3 Real MadridOlimpiade, Belanda
1960/1961 Benfica3 - 2 BarcelonaWankdorf, Swiss
1959/1960 Real Madrid7 - 3 Eintracht FrankfurtHampden Park, Skotlandia
1958/1959 Real Madrid2 - 0 Stade De ReimsNecskarstadion, Jerman
1957/1958 Real Madrid3 - 2 AC MilanHeysel, Belgia
1956/1957 Real Madrid2 - 0 FiorentinaSantiago Bernabeu
1955/1956 Real Madrid4 - 3 Stade De ReimsParc Des Princes, Perancis

Sedangkan untuk peraih gelar juara terbanyak berdasarkan Negara adalah :
  • Spanyol (13 Juara)
  • Italia (12 Juara)
  • Inggris (12 Juara)
  • Jerman (6 Juara)
  • Belanda (6 Juara)
  • Portugal (4 Juara)
  • Perancis (1 Juara)
  • Rumania (1 Juara)
  • Yugoslavia (1 Juara)
  • Skotlandia (1 Juara)
 Sumber Artikel : UEFA, Wikipedia Indonesia - Reviewer:  - ItemReviewed: Sejarah Liga Champions Eropa

Kamis, 14 Februari 2013

Biodata Iker Casillas

Share
Informasi pribadi

Nama lengkap : Iker Casillas Fernández
Nama panggilan : Saint Iker, Saint Iker de Madrid
Tanggal lahir : 20 Mei 1981 (umur 29)
Tempat lahir : Mostoles, Spanyol
Tinggi : 1.82 m (5 ft 12 in)
Posisi bermain : Penjaga gawang

Informasi klub

Klub saat ini : Real Madrid
Nomor : 1

Karier junior

1990–1998 Real Madrid Youth
1998–1999 Real Madrid C
1999–2000 Real Madrid B

Karier senior

Tahun Klub Tampil (Gol)
1999– Real Madrid 313 (0)

Tim nasional

2000– Spanyol 87 (0)

Profil Pemain

Iker Casillas Fernández (lahir di Móstoles, Madrid, Spanyol, 20 Mei 1981; umur
29 tahun) adalah seorang penjaga gawang asal Spanyol. Dia adalah kiper pilihan
utama Real Madrid dan timnas Spanyol. Casillas memulai kariernya di klub sepak
bola kota kelahirannya, dan bergabung pada usia 8 tahun . Ia juga bagian dari
timnas remaja Spanyol dan memenangkan kejuaraan UEFA-CAF Meridian Cup and
Kejuaraan Dunia Remaja FIFA pada tahun 1999. Pria setinggi 185 cm ini datang di
Real Madrid pada La Liga musim 1999/2000. Dia menyatakan bahwa ia akan pensiun
suatu saat sebagai pemain Real Madrid dan akan terlibat langsung dalam
pengelolaan Real Madrid.

Demikian sekilas mengenai Profil lengkap serta Biodata dari Iker Casillas, yang
merupakan Kiper utama Timnas Spanyol dan Klub Real Madrid

Selasa, 12 Februari 2013

Profil dan Biodata Lengkap Ricardo Kaka

Share
Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Brasília, 22 April 1982; umur 28 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Real Madrid (bergabung tahun 2009; sebelumnya pada 2003-2009 di A.C. Milan). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.

Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São
Paulo, Brasil.

Profil Pemain


Kaká dilahirkan di Brasília, Brazil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.


Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca" yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.


Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada kariernya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk gerejanya. untuk itulah setiap kali ia mencetak gol tangannya selalu di arakan keatas ,bertanda rasa terimah kasih kepada Tuhan.Begitupun bajunya,di balik baju olahraganya ada baju dengan tulisan seperti I belong to Jesus dan sebagainya.Tulisan itu biasanya ditunjukkan sesudah mencetak gol atau saat akhir pertandingan di stadium.


Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brazil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang, termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.


Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia masih virgin ketika dia menikah.


Tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, keukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros. Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah ke Chelsea musim 2006, tetapi Kakà kadang-kadang masih menyempatkan diri menghubungi Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferrari, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.


Karir Klub


Informasi klub


Klub saat ini Real Madrid

Nomor 8

Karier junior


1994–2000 São Paulo


Karier senior


Tahun Klub Tampil (Gol)

2001–2003 São Paulo 59 (23)
2003–2009 Milan 193 (70)
2009–kini Real Madrid 32 (10)

Tim nasional


2002–kini Brasil 82 (27)


Prestasi Yang Diraih


Pemain terbaik dunia versi FIFA tahun 2006


Klub

* Piala Super Eropa: 2003
* Serie A: 2004
* Piala Super Italia: 2004
* Piala/Liga Champions: 2006-07
* Piala Dunia Antarklub: 2007

Internasional

* Piala Dunia: 2002
* Piala Konfederasi: 2005, 2009

Prestasi individu

* Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brazil), 2002
* UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
* Pencetak gol terbanyak Liga Champions 2006-07 (10 gol)
* Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
* Ballon d'Or (2007)
* Pemain terbaik pada Piala Konfederasi FIFA 2009

Demikian Profil dan Biodata lengkap dari Ricardo Kaka yang merupakan Pemain termahal ke empat di dunia.

Minggu, 10 Februari 2013

Persaingan NIKE dan ADIDAS

Share
Nike dan Adidas. Persaingan mereka berdua di lihat sudah semakin sengit. Dimana dulu rasanya Nike yang menguasai Amerika, dan Adidas yang menguasai Eropa, mereka berdua tidak pernah mengganggu satu sama lain. Namun, semakin ke sini, Nike tampaknya ingin menguasai produsen Apparel olahraga nomor 1 dunia. Nomor 1 dunia di sini berarti harus menaklukan Eropa. Mengapa hanya menaklukkan Eropa ? Karena nike merasa bahwa di benua lain seperti Asia, Afrika, dan Australian semuanya merupakan konsumen yang netral dan memiliki selera terhadap nike dan adidas secara seimbang. 

Nike sangat kuat di Amerika karena Nike sangat Berjaya di Basket dan Tenis. Di Amerika, olahraga yang popular itu adalah Basket dan Tenis, tentunya selain futbol. Sedangkan Adidas menguasai ranah Eropa karena Adidas merupakan sponsor nomor 1 FIFA. Di eropa olahraga yang digilai ya bukan lain bukan tidak sudahpasti sepakbola .

Melihat kondisi ini, akhirnya Nike mulai merambah ke sepakbola dan mulai menggoyang dominasi Adidas.

 1. Persaingan Sponsor Kostum Klub

Persaingan pertama dapat dilihat dari kostum klub besar Eropa yang disponsori oleh Nike dan Adidas. Keduanya sama – sama mensponsori 4 klub besar Eropa, dan uniknya lagi, 4 klub yang disponsori oleh Nike semuanya musuh bebuyutan 4 klub yang disponsori oleh Adidas. Itu menggambarkan betapa sengitnya pertempuran dingin antara Nike dan Adidas.

Seperti yang kita ketahui, Nike mensponsori Arsenal, MU, Barcelona, dan Intermilan. Bandingkan dengan Adidas yang mensponsori Liverpool, Chelsea, Madrid, dan AC Milan. Dari tiap liga besar di Eropa Nike dan Adidas saling menancapkan kukunya di masing – masing tim seakan ingin saling mengobarkan bendera perang.

Kostum Nike
Kostum Adidas

2.Persaingan Sponsor Pemain 

Persaingan kedua dapat dilihat dari pemain sepakbola yang menjadi brand Ambbasador dari Nike maupun Adidas. Setiap pemain yang disponsori oleh Nike maupun Adidas adalah bukan sembarangan pemain. Nike maupun Adidas hanya akan mensponsori pemain – pemain muda pontensial yang berpotensi untuk menjadi yang terbaik di dunia. Tujuannya apa ? Tentunya jika sang pemain akhirnya memperoleh penghargaan pribadi semisalnya Ballon d’Or ( Pemain Terbaik Eropa ), atau misalnya World Player of The Year, tentunya Adidas dan Nike akan semakin terkenal dan akan merasa bangga karena pemainnya menggunakan sepatu yang mereka rancang. 

Siapa yang tahu persaingan ketat antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo ? Yang satu disponsori oleh Nike dan satu disponsori oleh Adidas. Messi digandeng Adidas, Ronaldo digandeng Nike. Ronaldo menggunakan sepatu Mercurial Superfly, dan Messi menggunakan sepatu F50i. Selain 2 nama diatas nama – nama beken yang digandeng Nike mencakup Alexander Pato, Cesc Fabregas, Sergio Aguero, sedangkan Adidas menggaet Kaka, Steven Gerrard.

Pemain Nike






Pemain Adidas





3.Persaingan sepatu andalan masing – masing

Masing - masing brand berusaha yang terdepan untuk mengeluarkan produk yang memiliki kelebihan dan kelemahan masing – masing. Produk Nike yang diandalkan adalah T90, Mercurial, Tiempo, sedangkan Adidas bersaing dengan Predator, F50, dan Adipure.
  
Sepatu Nike

Sepatu Adidas


4.Persaingan Kostum Timnas

Disini persaingan sama seperti persaingan kostum klub, Nike maupun Adidas sama – sama menggaet tim – tim besar Eropa yang satu sama lain dapat dikatakan saling bermusuhan. Ketika Argentina digaet Adidas. Brazil digaet oleh Nike. Di Eropa Adidas menggaet Jerman, Spanyol, Perancis, sedangkan Nike menggaet Portugal dan Belanda.
Timnas Nike

Timnas Adidas

Banyak lagi persaingan antara Nike dan Adidas ..
Dan kalian sendiri menyukai Nike atau Adidas ?



Biodata Stephan El Shaarawy

Share
Nama Lengkap : Stephan El Shaarawy
Tempat Lahir : Savona, Italia
Tanggal Lahir : 27 Oktober 1992
Kebangsaan : Italia
Posisi : Penyerang
Bermain di Klub : AC Milan 

Profil singkat

Stephan El Shaarawy adalah seorang pemain sepak bola profesional yang berasal dari Italia. Ia lahir pada tanggal 27 Oktober 1992 di Savona, Italia. Saat ini ia merupakan salah satu punggawa dari klub AC Milan dan bermain pada posisi penyerang. Selain itu ia juga termasuk pemain dalam skuad timnas Italia.

Perjalanan Karir

Karir Junior:

2006–2009 : Genoa

Karir Senior:

2009–2011 : Genoa 
2010–2011 → Padova (pinjaman) 
2011–Sekarang : Milan

Karir timnas:

2008–2009 : Italia U-17
2010–Sekarang : Italia U-19

Demikian sekilas mengenai Profil dan Biodata dari pemain muda Italia


Kamis, 07 Februari 2013

Kepindahan Mario Balotelli ke AC Milan Menguntungkan Timnas Italia

Share
Florence - Cesare Prandelli menyambut gembira kepindahan Mario Balotelli ke AC Milan. Dia menilai banyak sisi positif untuk timnas dengan kembalinya Balotelli ke Italia.

Petualangan Balotelli di Inggris bersama Manchester City berakhir di bulan Januari lalu. Dia secara resmi dilego dan kemudian bergabung denganRossoneri.

Kepindahan Balotelli ke Milan itu dinilai Prandelli akan memberi keuntungan untuk timnas Italia. Balotelli kini bisa lebih sering mengasah duetnya dengan Stephan El Shaarawy. Keduanya digadang-gadang akan jadi andalan Gli Azzurri di lini depan.

"Saya senang Balotelli kembali. Dia terlihat tenang dan termotivasi. Sekarang dia di Milan, kami bisa mengamatinya lebih dekat," ujar Prandelli seperti dikutipFootball Italia.

"Ini adalah keuntungan bagi kami Balotelli bisa bekerja bersama El Shaarawy setiap harinya. Saya pikir di bulan Agustus mereka bisa jadi duet yang penting. Mereka punya potensi besar."

Prandelli juga telah melihat banyak perubahan ke arah positif dalam diri Balotelli. Dia pun yakin eks striker Inter Milan akan makin berkembang.

"Dia sepertinya telah mengubah citranya. Dia banyak senyum dan tertawa saat dia datang. Dia sudah menemukan ketenangan yang hilang di Inggris, di mana dia tidak banyak bermain dan dia dipaksa untuk menghadapi banyak isu di luar sepakbola," lanjut Prandelli.

"Sekarang dia akan lebih sering bermain dan dengan demikian dia akan menemukan kembali performanya. Itu semua bergantung padanya. Mario bisa lebih baik karena dia membuat peningkatan."

"Saya katakan kita harus percaya padanya karena pemain seperti dia tidak sering muncul," katanya menambahkan


Sejarah Rivalitas AC Milan vs Inter Milan

Share
Awalnya tidak ada Inter dan Milan. Yang ada hanya Milan, klub yang didirikan Alfred Edwards pada 16 Desember 1899. Pada tahun 1908 timbul perpecahan. Sekelompok orang Italia dan Swiss, yang menjadi pengurus klub, tidak senang melihat dominasi pemain asal Italia di dalam skuad I Rossoneri. Mereka ingin klubnya menerima lebih banyak stranieri alias pemain asing. Pendapat itu ditolak Milan. Akibatnya, para pemberontak ini memisahkan diri dan membentuk Inter. Rivalitas muncul dan terasa panas karena Milan menganggap Inter adalah pengkhianat. Sebaliknya, Inter juga selalu berusaha menjadi oposisi yang berseberangan dengan Milan.
I Nerazzurri memilih kostum berwarna biru, yang dikenal sebagai anti-merah, warna seragam Milan. Sesuai dengan sejarah, Inter sampai sekarang didominasi oleh stranieri. Sebaliknya, Milan masih punya sejumlah Italiano penentu. Ketika Milan memiliki trio Belanda, Ruud Gullit-Marco van Basten-Frank Rijkaard, Inter langsung menandingi dengan trio Jerman: Andreas Brehme-Lothar Matthaeus-Juergen Klinsmann. Ini jelas indikasi persaingan karena di era 1980 dan 1990-an, Belanda-Jerman adalah dua musuh bebuyutan. Karena rivalitas ini, derby della Madonnina menjadi sebuah partai yang seru. Nama Madonnina sendiri diambil dari salah satu landmark utama kota Milano, yaitu patung Bunda Maria di atas Katedral Milano, yang biasa disebut Madonnina.

Persaingan antara Inter dan Milan bahkan pernah meracuni tim nasional Italia. Di era keemasan Sandro Mazzola di Inter dan Gianni Rivera di Milan, mereka nyaris tak pernah main bareng di tim nasional. Kalau Mazzola main, Rivera cadangan. Begitu pula sebaliknya. Terkadang, dua pemain ini saling menggantikan di tengah pertandingan. Kekalahan Italia dari Brasil di Piala Dunia 1970 disebut-sebut karena rivalitas ini. Mazzola menjadi starter dan Rivera baru masuk di menit ke-88, padahal skill individu Rivera dipandang mampu menyulitkan Brasil.

Beda Gaya

Rivalitas Mazzola-Rivera, yang menjadi simbol persaingan antara Inter dan Milan, akhirnya terbawa sampai sekarang dalam bentuk perbedaan karakter permainan kedua tim.

Mazzola adalah produk Helenio Herrera, pelatih Inter di era 1960-an yang dikenal sebagai penemu catenaccio atau pertahanan gerendel. Sebaliknya, Rivera dibentuk oleh Nereo Rocco, pelatih yang mementingkan sepakbola indah kendati ia juga sedikit menganut taktik catenaccio. Inter di tangan Herrera dikenal sebagai La Grande, tim terbaik yang pernah dimiliki La Beneamata. Wajar apabila karakter permainan Inter selalu dikaitkan dengan tim tersebut. Citra Inter sebagai tim pengusung catenaccio terpatri sampai sekarang. Di lain pihak, Milan memuja sepakbola indah. Karakter itu kian jelas setelah Silvio Berlusconi menjadi presiden. Milan selalu mencoba mengumpulkan pemain terbaik dengan harapan mereka menghadirkan sepakbola indah

sumber : http://syed-ravin.blogspot.com/2012/04/sejarah-rivalitas-ac-milan-vs-inter.html